Monthly ArchiveJune 2008



17tahun &Cerita Dewasa 30 Jun 2008 05:41 pm

Cerita 17 Tahun : Di dalam grand civic

Cerita 17 Tahun : Di dalam grand civic. Aku mengenalnya tanpa sengaja, waktu itu hujan deras mengguyur Jakarta. Kukendarai mobilku hati-hati, karena memang pandangan amat terbatas. Sebuah metro mini mendadak memotong haluan, aku benar-benar kaget, secara reflek kuinjak rem dan tangan kiri mengubah persneling ke gigi netral sambil membanting stir ke kiri, nyaris menghantam trotoar.

Sambil bersungut kulihat metro mini yang sudah demikian penuh mengambil penumpang, aku hanya tertegun memperhatikannya. Saat hendak menjalankan mobil, perneling masuk gigi satu, kulihatseorang gadis melambaikan tangan, segera kembali rem kuinjak, gadis berpakaian putih-putih itu langsung masuk ke mobil.
“Numpang ya mas..?” katanya.
Aku tersenyum dan mengangguk, “Kehujanan..?” tanyaku sekenanya.

Akhirnya kami berkenalan, “Nama saya Putri…” ia menyebut namanya sambil kami berjabat tangan.
“Saya Harnoto…” aku pun memperkenalkan diri.
Setelah berbasa-basi sana-sini sambil menanyakan tempat tinggal dan sebagainya, ternyata diatinggal di sekitar Kranji. Sepanjang jalan kulirik gadis itu yang ternyata masih kelas tiga SMA, tubuhnya yang terbungkus baju basah agak menggigil, blouse-nya melekat memperlihatkan bra dan isinya yang ukurannya lumayan.

Sampai di Kranji, Putri turun dan melambaikan tangannya. Aku pun menggenjot pedal gas tanpa pernah memikirkannya lagi. Delapan hari setalah pertemuan itu, aku tengah berbelanja kebutuhan anak-anakku, susu, pasta gigi, sabun, dan sebagainya, maklumlah istriku telah meninggal setahun lalu karena penyakit. Kini aku adalah bapak sekaligus ibu bagi ketiga anakku yang masih kecil-kecil. Yang tertua baru kelas 1 SD.

Saat antri di kasir, tiba-tiba terdengat suara ringan memanggil namaku, “Mas Harnoto..”
Aku menoleh dan tersenyum, lupa-lupa ingat pada seorang cewek dengan t-shirt dan jeans-nya. “Aku Putri.., lupa ya..?”
Sambil berusaha keras mengingat, aku masih tersenyum, akhirnya aku ingat, ini anak SMA yangkehujanan seminggu lalu.

Singkat cerita kami kembali bersamaan, kali ini Putri lebih banyak ngobrol tentang berbagai hal, aku hanya menjadi pendengar setia.
Saat mendekati rumahnya, Putri mempersilakan mampir, tapi aku menggeleng, “Lain kali..,” ujarku basa-basi.
“Mas… lusa aku pesta perpisahan sekolah, boleh dong mas anterin..?” pandangannya begitu memohon.
Akhirnya aku mengiyakan.

Sore sekitar pukul 18:30, aku menunggu Putri di tempat yang dijanjikan, karena jalan ke rumahnya tidak mungkin dilalui mobil. Aku berpakaian sepantasnya dan Putri mengenakan gaun malam ungu, tampak begitu dewasa. Belahan lehernya yang agak dalam membuat dua bukit kembarnya tersembul apabila dia salah posisi. Diam-diam jantungku berdegup melihat semua itu. Pesta perpisahan berlagsung meriah, meski aku kurang bisa menimati, tapi aku duduk bertahan sampai selesai.

Sekitar pukur 23:00, acara selesai. Putri mengajakku pulang.
“Acaranya menarik nggak..?” tanya Putri lincah.
Aku hanya tersenyum menatapnya.
“Anak-anak nggak apa-apa ditinggal, maaf ya ngrepotin…” kembali Putri berkata lincah, aku masih tersenyum.
“Mas, jalan-jalan dulu yuk..!” ajak putri.
“Udah malem, mau kemana..?” aku terus-terang jadi bingung.
“Muter-muter aja..!” pintanya lagi, “Sambil ngobrol…”
Kupikir, daripada sumpek, kuiyakan ajakannya.

Kuarahkan mobil menuju jalan tol Jakarta-Cikampek.
Begitu melewati pintu gerbang, “Ke Purwakarta aja mas..!” Putri memutuskan.
Aku mengangguk. Kami berbagi cerita tentang kehidupan kami sehari-hari.
“Berat ya beban mas, ditinggali tiga anak.” ujarnya pelan, meyakinkan.
Aku hanya menarik nafas mengingat istri tercinta yang telah tiada. Putri memilih-milih CD dan akhirnya memuttar koleksi lagu-lagu kenangan Rafika Duri.

Kira-kira mendekati Cibitung, putri merebahkan kepalanya ke pundakku, kurasakan kelembutan rambutnya yang lebat. Putri memiliki paduan badan yang seimbang, dengan tinggi 165 cm dan berat 50 kg, sungguh ideal, bibirnya agak tebal dan bentuknya melengkung ke bawah. Kurasakan aroma keharuman tubuhnya. Entah darimana mulanya, tiba-tiba tangan kriku telah merengkuh pundaknya. Kubelai pipinya yang halus, sementara tangan kanan tetap memegang stir. Putri tersenyum, dalam keremangan nampak begitu indah tatapan sendu matanya. Putri semakin dalam membenamkan kepalanya ke pundakku, tangannya tersandar di paha kiriku.

Setelah setahun lebih tidak berdekatan dengan wanita, gelora dadaku tidak lagi tertahankan, jantungku berdegup amat keras tidak beraturan dan celanaku semakin terasa sesak. Putri kembali tersenyum.
Tanpa kuduga, tiba-tiba Putri mengecup pipiku, “Aku mengagumi mas.. sejak pertama ketemu.” katanya lirih, amat dekat di telingaku, sehingga dengus nafasnya begitu dekat di pipiku.
Batinku semakin tidak menentu, kembali aku dikejutkan oleh gesekan lembut tangan Putri tepat di alat vitalku yang terbungkus rapat.
Aku kaget saat Putri tertawa kecil, “Udah kelamaan ya..?”

Dia terus mengelus-elus alat vitalku yang kian mengeras. Tangan kiriku tiba-tiba punya keberanian untuk menyentuh tonjolan di dada kiri Putri, bra yang keras membuatku penasaran.
“Sebetantar…” kata Putri.
Dia merapikan duduknya, menyondongkan tubuhnya ke depan dan tangannya bergerak ke belakang. Melihat gerakan ini aku belum mengerti apa maksudnya. Saat dia melepas bra-nya dan melempar ke jok belakang, barulah aku memahami semuanya. Tanpa tunggu lebih lama lagi, aku langsung merengkuh pundaknya dan tanganku menyelusup ke dalam gaun ungunya, hatiku bergetar saat menyentuh tonjolan daging empuk di dada Putri. Kuremas pelan-pelan sambil sesekali memelintir puting yang kecil dan lembut.

Aku terkaget-kaget saat tiba-tiba Putri melepaskan ikat pinggangku, melemparnya ke jok belakang, menyingkap kemejaku dan kemudian membuka resliting celanaku. Mobil kupacu pelan dan kuarahkan ke lajur kiri, jantungku terus berdegup. Apalagi saat tangan lembut Putri menyerobot batang vitalku dan mengeluarkannya, tangan kirinya membimbing tangan kiriku agar terus ke bawah. Dengan segala ketrampilan, jemariku menyentuh bulu-bulu lebut dibalik CD Putri, mengelusnya sambil menahan nafas. Putri menggelinjang kegelian, tangan kanannya terus meremas halus batang vitalku. Mendadak sebuah gerakan tidak terduga dilakukan Putri, kepalanya menuju ke arah batang vitalku, aku kaget, kugeser tempat duduk, dan kustel agak merebah sandarankursiku, sambil terus menyetir, kuatur agar kepala Putri leluasa di pangkuanku. Aku tidak mau kepalanya yang indah tersenggol stir.

Pelan-pelan Putri mengecup, melumat dan menyedot batang vitalku, sambil kaki tetap menginjak pedal gas, pantatku bergerak seirama sedotan mulut Putri, tangan kiriku berpindah-pindah antarapayudara yang lembut namun kenyal dan selipan di kedua pahanya. Mobil masil meluncur menuju arah Purwakarta, makin lama sedotan Putri semakin liar, bajuku berantakan, gaun Putri juga tersingkap tidak karuan. Putri terus melumat, menjilat dan menyedot batang vitalku yang kian mengeras, desahan nafasnya dan degup jantungku berpacu bak kuda balap. Putri terus menyedot, sementara jemari kiriku menari-nari di selangkangan Putri. Putri mendesah, seiring mulaibasahnya selangkangan, batang vitalku pun mengeras. Aku terus memelintir klitoris, dan jemariku menyusup semakin dalam.

Putri merapatkan kedua kakinya, mulutnya terus mengulum dan menyedot. Tiba-tiba Putri mendesah dan menggigit batang vitalku, aku kaget.
“Maaf..!” ujarnya.

Rupanya dia telah orgasme. Kembali Putri mengulum batang vitalku, pinggangku pun bergerak turunnaik, mengikuti sedotan Putri. Kira-kira melewati Karawang barat, aku merasakan desakan hebat di batang vitalku, segera kutarik kepala Putri, kulumat bibirnya, sambil tetap berusaha mendapatkan pandangan arah depan, agar tidak menabrak.

Jemari lembut Putri kini mengambil alih tugas mulutnya, mengocok batang kemaluanku yang telah licin. Pantatku naik karena desakan dari dalam, isyarat ini ditangkap putri dengan respon merapatkan dadanya dan gerak tangan kanannya semakin keras berirama, namun tetap lembut. Tak lama kemudian menyemburlah cairan bahan manusia dari batang vitalku. Putri menggenggam batang vitalku erat-erat agar tidak bertaburan kemana-mana, dan aku pun lunglai. Putri tersenyum, memandangku, menyambar tissue dan mulai mengelap batang vitalku yang basah, juga perutku dantangannya.

Putri terus sibuk mengelap dengan tissue seraya tersenyum padaku.
“Terima kasih… Putri..,” desahku sambil mengecup keningnya.
Putri tersenyum, mengecup batang kemaluanku sekali dan membereskan celana serta bajuku. Saat melihat gerbang tol Cikampek, Putri segera membenahi gaunnya dan duduk manis di jok kiri. Keluar pintu gerbang, aku memutar arah untuk masuk gerbang lagi. Putri tersenyum, melihat keheranannya penjaga gerbang tol, aku pun tersenyum sambil berpandangan.

Melewati jalan tol, kembali Putri merebahkan kepalanya ke pundakku. Sejak itu, kami seringmelakukan petualangan kenikmatan sepanjang jalan tol, di atas Grand Civic-ku. Indah sekali.

17tahun &Berita Hot &Foto Bugil &IGO ( Indo Girl Only ) 29 Jun 2008 06:33 am

Foto Bugil : Cewek Bugil SMP dan Gurunya

Foto Bugil : Cewek Bugil SMP dan Gurunya. Adalah kisah tentang roman percintaan seorang murid yang masih duduk di bangku smp dengan guru di sekolahnya. Padahal setahu saya guru ini sudah berkeluarga namun tetap nekat saja merayu muridnya ini. Sampai akhirnya guru ini berhasil mendapatkan perawan cewek ini sebut saja namanya gung arix dari bali.

Sampai akhirnya karena foto-foto bugil mereka berdua tersebar, keluarga si cewek ini menyuruh arix untuk keluar bali saja untuk melanjutkan sekolahnya tepatnya sekarang arix sekolah di jogja. Dan saya tidak tahu bagaimana nasib si guru ini apakah dari sekolah memecatnya dengan tidak hormat atau bagaimana.

foto bugil

Download koleksi lengkap foto bugil gung arix disini.

17tahun &Berita Artis Asia &IGO ( Indo Girl Only ) &video bokep 28 Jun 2008 05:15 pm

Download 3gp bokep : Situasi di ruang ganti model

Download 3gp bokep : Situasi di ruang ganti model. Beginilah situasi diruang ganti para model catwalk.. semua serba terburu dan cuekk.. cewek-cewek telanjang banyak bersliweran di ruang ganti tersebut.. mereka seakan-akan tidak mengindahkan siapapun yang berada disana termasuk saya.. hehehe asikk..

Download video 3gp ruang ganti model disini.

Postingan sebelumnya :

17tahun &video bokep 26 Jun 2008 02:18 am

Download 3gp bokep : Bercinta dengan SPG Rokok

Download 3gp bokep : Bercinta dengan SPG Rokok. Anda pasti tau kalau yang namanya cewek spg pasti identik dengan spg yang cantik, apalagi spg ini adalah spg rokok merek terkenal dengan awalan “M” mereka itu lebih mementingkan tampang dan umur.

Video ini di ambil oleh teman saya yang sempat dapetin salah seorang spg rokok merek terkenal itu, mereka berkenalan di sebuah kafe dibilangan jakarta barat..

Download video bokep spg rokok disini.

17tahun &Cerita Dewasa 24 Jun 2008 11:10 am

Cerita 17 Tahun : Hilang Perjakaku

Cerita 17 Tahun : Hilang Perjakaku. Kurang lebih tiga belas tahun yang lalu saat aku jadi pengangguran setelah gagal mengikuti UMPTN, aku merantau ke Jakarta untuk mencari kerja sambil menunggu kesempatan untuk ikut UMPTN berikutnya. Selama di Jakarta aku menumpang ditempat kontrakan kakakku yang juga masih bujangan, yang saat itu sudah bekerja. Sekian lama di Jakarta rupanya keberuntungan belum berpihak kepadaku, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk pulang kampung. Soalnya kupikir mending jadi pengangguran di kampung sendiri daripada lontang-lantung di kota orang.

Akhirnya kakakku tidak bisa berbuat banyak dan membiarkan aku pulang. Akhirnya aku memperoleh bus yang lumayan longgar, karena memang penumpangnya sedikit. Aku memilih bangku yang dibelakang dekat pintu belakang. Karena kebetulan tempat itulah yang masih kosong. Bus berangkat dari Pulo Gadung dengan banyak bangku yang masih kosong. Begitu sampai Cakung, bus berhenti lagi dan banyak sekali penumpang yang ikut naik. Salah satu yang kebetulan memilih duduk dikursi sebelahku adalah seorang perempuan yang kalau kutaksir mungkin umurnya sekitar 29 tahun-an. Saat itu aku masih baru 19 tahunan. Tubuhnya cukup tinggi untuk ukuran wanita Indonesia yaitu sekitar 160 Cm dengan bobot yang cukup proporsional. Tidak gemuk dan tidak pula terlalu kurus. Kulitnya putih bersih dengan potongan rambut pendek ala Demi Moore. Wajahnya tidak begitu cantik tapi cukup menarik untuk dipandang.
“Masih kosong dik??” tanyanya yang sempat mengagetkanku
“Oh iya mbak masih kosong kok!!”

Akhirnya perempuan itu duduk di sebelahku. Yach, walaupun tidak begitu cantik namun orangnya putih bersih. Dalam hati aku sempat bersorak juga, aku pikir ini mungkin rejeki juga soalnya masih banyak kursi kosong eh, kok perempuan ini malah memilih duduk di kursi paling belakang. Dan dasar aku yang sulit bergaul, aku jadi cuma berani mencuri-curi pandang kearahnya tanpa berani memulai percakapan. Hatiku dag-dig-dug tak karuan soalnya gugup kalau berdekatan dengan perempuan yang belum kukenal.

Rupanya lama-lama perempuan itu tahu juga kalau aku selalu mencuri-curi pandang kearahnya. Karena pas aku lagi melirik kearahnya, tiba-tiba ia menengok kearahku sambil tersenyum. Plos! Aku tak sanggup berkata apa-apa saking gugupnya karena ketahuan telah mencuri-curi pandang.
“Kenapa dik? Ada yang salah dengan diriku?”
“Eh..oh.. enggak apa-apa kok mbak,” jawabku gugup.
“Lho dari tadi Mbak amati kamu selalu mencuri-curi pandang padaku memangnya kenapa?” ia masih tersenyum.
“Ah, eng..enggak kok mbak. Saya memang suka grogi kalau berdekatan dengan wanita yang belum kenal kok mbak.”
“Ooo.. begitu ya. Eh, ngomong-ngomong adik ini mau kemana?”
“Saya mau pulang ke Kota Pati, mbak! Nah kalau mbak sendiri mau kemana?” tanyaku agak berani setelah percakapan mulai terbuka.
“Sama dik! Saya juga mau ke Kota Pati. Adik Pati-nya di mana?”
“Sa.. saya di kotanya mbak!”

Setelah melalui percakapan yang panjang akhirnya aku tahu namanya adalah mbak Yeni dan bekerja di Instansi Keuangan di bilangan Kalibata Jakarta Selatan. Ia kebetulan pada saat itu mau pulang untuk cuti selama dua minggu. Dari percakapan itulah aku juga tahu bahwa ia sudah menjadi janda karena suaminya kawin lagi dan ia memilih cerai daripada dimadu. Ia berumur 29 tahun saat itu dan sudah memiliki seorang anak perempuan yang baru berumur 5 tahun yang tinggal dengan Bapak Ibunya.

Kami berdua semakin akrab, karena mbak Yeni memang orangnya supel dan pintar bicara. Pada saat ia mengeluarkan kue kering untuk dibagikan padaku, tanpa sengaja tanganku dipegangnya. Badanku mulai gemetar tak tahu apa yang harus kulakukan, sehingga aku tetap memegang tangannya yang halus walaupun kue-nya telah kupegang dengan tangan yang satunya. Tanpa sadar kami masih berpegangan tangan untuk beberapa saat dalam kegelapan bus malam yang melaju kencang menembus kegelapan malam.

Tanpa kata-kata kami saling meremas jemari masing-masing dalam kegelapan, karena memang lampu bus telah dimatikan. Hatiku semakin berdebar tak karuan. Apalagi saat kulirik ia juga menengok ke arahku sambil tersenyum. Aku malu sekali, ingin kulepaskan tangannya, tetapi justru ia semakin erat menggenggam jemariku. Bahkan ia menyenderkan tubuhnya ke badanku. Aku semakin gemetar dan panas dingin dibuatnya.
“Dik Santo kenapa? Kok gemeteran sih?”
“Eh.. oh.. enggak kenapa-kenapa kok mbak!”
“Memang dik Santo belum pernah punya pacar?”
“Sudah pernah sich mbak.. cuman cinta monyet. Biasa, cuman surat-suratan waktu SMA dulu,” gemeteranku semakin kelihatan dalam suaraku.
“Ooh, makanya gemeteran begini. Mbak ngantuk boleh tidur nyandar bahu dik Santo khan?”

Tanpa menunggu jawaban dariku, mbak Yeni telah menyandarkan kepalanya ke tubuhku. Aku yang duduk di dekat jendela jadi semakin terpojok. Entah disengaja atau tidak pada saat ia menyandarkan tubuhnya ketubuhku bagian dadanya yang empuk ketat menekan lenganku. Hal ini membuat aku yang belum pernah berdekatan dengan wanita menjadi sangat terangsang. Batang kemaluanku mulai menggeliat bangun dan mengeras yang menimbulkan rasa sakit karena terjepit celana jeans-ku yang ketat. Kemudian tanganku dilingkarkan kepundaknya dan sekarang ia menyandar di dadaku dengan tangan yang bebas memelukku.

Udara malam yang dingin semakin membuat kami terlena dalam kehangatan saling berpelukan. Apalagi suasana bus yang gelap sangat berpihak pada kami. Tangan mbak Yeni bergerak perlahan menyusur tulang iga-ku dan bergerak terus ke atas ke bawah. Aku yang merasa kegelian dan terangsang bercampur aduk jadi satu menjadi sesak napasku. Ia terus menggerakkan tangannya sampai akhirnya ia pun memegang tanganku yang satunya dan dibimbingnya ke arah dadanya. Dengan rasa penasaran dan takut kubiarkan saja apa yang dilakukannya. Aku membiarkan saja tanganku dibimbing kearah dadanya yang kalau kulihat dari kaus yang dikenakannya besarnya sedang. Begitu menyentuh tonjolan bukit yang membusung di balik kaos mbak Yeni, tanganku ditekannya. Aku mengikuti saja apa yang dilakukan oleh mbak Yeni. Karena belum tahu apa yang musti dilakukan dalam menghadapi situasi semacam ini, tanganku hanya bergerak menekan-nekan seperti apa yang dibimbing mbak Yeni tadi.

Sementara itu tangan mbak Yeni sudah mulai berpindah. Sekarang tangannya mengelus lututku kearah atas dan balik lagi ke bawah sehingga membuat batang kemaluanku yang kencang menjadi semakin sakit karena terjepit celanaku yang ketat. Aku menggeser kakiku untuk memperbaiki posisi batang kemaluanku yang terjepit celana dangan merenggangkan kedua kakiku agak terbuka. Hal ini membuat tangan mbak Yeni semakin leluasa bergerak menyusur paha ku di bagian dalam hingga keselangkanganku dan menekannya dengan lembut begitu tangannya berada di atas bagian celanaku yang menonjol. Napasku semakin sesak mendapat perlakuan yang seumur hidupku baru kurasakan ini. Apalagi kemudian tangan mbak Yeni seolah-olah memijat dan meremas batang kemaluanku yang sudah sangat kencang dari luar celana jeans-ku. Sementara tanganku tanpa sadar sudah mulai meremas-remas kedua bukit payudara mbak Yeni bergantian dengan gemasnya.

“Sekarang sabuk dik Santo dilonggarkan,” bisik mbak Yeni.
“Ken.. kenapa mbak??” bisikku kaget.
“Kalau kencang begini kan ini-nya bisa kesakitan,” kata mbak Yeni sambil menekan batang kemaluanku dari luar.

Seperti kerbau dicucuk hidungnya aku nurut saja apa yang dikatakan mbak Yeni. Kulonggarkan sabukku dan duduk dengan posisi seperti semula. Aku yang semula penakut sekarang menjadi lebih berani. Dengan tabah kutelusupkan tanganku kedalam kaos mbak Yeni lewat bawah, kemudian merayap mengelus perutnya yang halus ke atas dan terus keatas hingga berhenti di atas bra mbak Yeni yang lembut. Tangan mbak Yeni bergerak ke balik punggungnya dan tiba-tiba kurasakan kain penutup bukit payudara mbak Yeni jadi longgar. Rupanya tadi mbak Yeni membuka kait bra-nya yang ada di belakang. Aku jadi leluasa bergerak meremas dan mengelus kedua bukit payudaranya yang kenyal dan halus silih berganti. Serasa mendapat mainan baru aku dengan gemas dan antusias meremas, mengelus dan meraba-raba kedua tonjolan bukit payudara mbak Yeni yang kenyal dan halus itu.

“Mmhhh,” napas mbak Yeni kudengar mulai memburu saat dengan gemas putting payudaranya yang mulai mengeras itu kupelintir dengan jepitan telunjuk dan ibu jariku. Lalu aku sendiri merasakan sekarang tangan mbak Yeni mulai menarik ritsluiting celana jeans-ku dan menyusupkan tangannya kebalik CD-ku. Napasku tertahan dan badanku semakin panas dingin saat tangan mbak Yeni yang lembut mulai menyelusup ke dalam CD-ku dan mengusap rambut yang tumbuh di sekitar kemaluanku. Tanganku semakin liar meremas dan meraba kedua bukit kembar di dada mbak Yeni, ketika kurasakan ada sesuatu yang meledak-ledak dan mendorong di bawah pusarku karena tangan mbak Yeni yang hangat dan lembut kini sudah mulai mengusap dan meremas batang kemaluanku dengan lembut.

Mungkin mbak Yeni yang sudah berpengalaman mengetahui keadaanku hingga semakin kencang meremas dan mengurut batang kemaluanku yang sudah sangat kencang. Napasku seolah terhenti, dan mataku erat terpejam saat kurasakan sesuatu yang mendesak di perut bagian bawahku tidak dapat kutahan lagi dan meledak. Badanku serasa mengawang dan kurasakan suatu kenikmatan yang belum pernah kurasakan saat rasa ingin kencing yang tidak dapat kutahan lagi keluar dan membasahi tangan lembut mbak Yeni. Crrrtt! Cratt!

“Ahhh!”, tanpa sadar aku melenguh. Aku jadi malu sekali pada mbak Yeni.
“Enak dik??” bisik mbak Yeni mesra.
“Ah, mbak Yeni. Saya jadi malu karena mengotori tangan mbak.”
“Enggak apa-apa kok. Memang dik Santo belum pernah keluar itu-nya?”
“Kalau onani sendiri sich pernah mbak, tapi kalau yang begini, be.. belum mbak…”
“Terus kalau tidur sama cewek sudah pernah belum?”
“Be.. belum mbak. Saya enggak berani.”
“Nah kalau belum pernah dan ingin merasakan tidur dengan cewek, nanti kita bisa nginap dulu sebelum pulang. Dik Santo mau enggak?”
“Ah, sa.. saya takut mbak!”
“Lho, takut sama siapa? Kan mbak enggak nggigit, malah bikin kamu keenakan iya kan?”
Aku terdiam karena tidak tahu musti menjawab apa. Di sisi lain aku ingin dan penasaran sekali merasakan bagaimana rasanya tidur dengan cewek. Kediamanku ternyata dianggap sebagai persetujuanku.

Bus kami sampai ke Kota Pati dini hari. Pukul 03.00 bus kami sudah masuk terminal. Sementara untuk pulang harus berganti bus lagi dan belum ada bus yang ke kotaku yang berangkat. Apalagi mbak Yeni yang dari kotaku masih harus naik angkutan pedesaan lagi, jadi cukup beralasan kalau kami akhirnya memutuskan untuk menginap. Kami pun akhirnya mencari penginapan yang banyak bertebaran di sekitar terminal.

Singkat cerita kami pun check-in satu kamar. Kemudian aku langsung masuk kamar mandi dan mandi karena risi CD-ku basah sekali oleh air maniku sendiri setelah di bus tadi aku sempat mengalami orgasme karena dikerjain mbak Yeni. Selagi mandi tiba-tiba mbak Yeni masuk ke kamar mandi dengan tanpa sehelai kain pun menutupi tubuhnya yang putih. Aku terkesiap. Mataku melotot menyaksikan pemandangan luar biasa yang baru seumur-umur kulihat ini. Tubuhnya yang polos berdiri di depan mataku tanpa ada rasa sungkan sama sekali. Kulitnya putih bersih, perutnya yang cukup rata tanpa guratan bekas melahirkan kelihatan serasi dengan tonjolan bukit payudara-nya yang sedang besarnya yang masih kencang menggantung di dada mbak Yeni. Putingnya kulihat besar dan berwarna agak kecoklatan. Sementara di bagian bawah perutnya tampak tonjolan bukit yang lebat ditumbuhi bulu-bulu hitam yang sangat lebat. Sehingga kulihat sangat kontras sekali perpaduan antara kulitnya yang putih bersih tanpa cacat berpadu dengan sebentuk warna hitam yang terpusat di bawah perutnya.

Aku masih melongo saat ia memencet hidungku sambil tersenyum dan mengatakan ingin ikut mandi sekalian.
“Aku mandi sekalian aja. Soalnya udah keburu ngantuk, biar tidurnya enak!” demikian ia berkilah.
“Ak.. aku malu mbak,” dalam hatiku sebenarnya senang soalnya ini adalah pertama kali aku dapat melihat tubuh wanita telanjang.
“Alaah.. pakai malu segala,” desisnya, “Ayo sini mbak mandiin.”
Aku diam saja karena tak mampu berkata-kata lagi. Kemudian mbak Yeni mengambil sabun dan mulai menggosok tubuhku yang sudah basah dengan tangannya yang penuh sabun. Perlahan rasa nikmat itu menyerangku lagi saat tangan mbak Yeni menggosok punggungku dengan sabun dan sebentar-sebentar tonjolan lembut dan hangat di dadanya menekan punggungku dari belakang saat ia menyabun dadaku dari arah belakang.

“Akhhh,” aku mendesah panjang saat mbak Yeni dengan memelukku ketat dari belakang menyabun tubuhku bagian bawah, aku begitu terangsang. Di punggungku menempel ketat tonjolan bukit payudara yang lembut dan hangat, sedangkan selangkanganku digosok-gosok dan diurut tangan mbak Yeni yang lembut. Kupejamkan mataku untuk menikmati sensasi yang luar biasa bagiku. Aku merasakan betapa batang kemaluanku yang sudah tegang berdenyut-denyut dalam genggaman tangan mbak Yeni yang licin karena busa sabun. Ia terus mengurut-urut batang kemaluanku ke atas dan ke bawah dengan lembut dengan sesekali diselingi remasan di kantung buah zakarku. Napasku kian memburu dan desahanku kian kencang.

“Ouchh, shhhh, mbaaakkk.. ouchhhhh!”
Aku hampir saja merasakan adanya sesuatu yang mendesak hendak keluar dari bawah perutku. Dan mbak Yeni yang rupanya sudah cukup berpengalaman tahu keadaanku hingga ia menghentikan aksinya.
“Sekarang gantian mbak yang dimandiin dong,” pinta mbak Yeni tak berapa lama kemudian.
Aku pun mengguyur tubuh telanjang mbak Yeni dengan air dan kemudian tanganku dengan canggung mulai menyabuni punggungnya.
“Pelan-pelan dik, jangan takut,” bisiknya yang membuat keberanian dan rasa pede-ku mulai bangkit.

Aku pun mulai meraba (menyabuni) punggung mbak Yeni kemudian tanganku mulai berani nakal mulai turun ke pinggulnya, terus turun dan akhirnya dengan gemas tanganku mulai meremas sambil menyabuni buah pantat mbak Yeni yang besar dan indah. Lalu setelah puas bermain-main dengan pantat mbak Yeni, aku pun mengikuti gaya menyabun mbak Yeni tadi. Tanganku merayap ke depan dan mulai menyabuni kedua buah gumpalan yang menggantung indah di dada mbak Yeni. Dengan gemas kuurut bukit kembar itu sehingga putingnya mulai mengeras.
“Oohhhh, enaakkk diiik. Terusshhhh, shhhh!” mbak Yeni mendesis-desis.
Aku pun tak lupa menempelkan batang kemaluanku yang sudah mengencang sejak tadi ke tengah-tengah belahan buah pantat mbak Yeni yang membuatku merasa sangat nikmat. Apalagi mbak Yeni kemudian menggoyangkan pinggulnya menggeser dan semakin erat menekankan batang kemaluanku ditengah belahan kedua belah buah pantatnya yang licin karena sabun.

“Ouchh, ter.. ter.. ushh dik,”
Mbak Yeni mendesis desis ketika tanganku mulai bergerak-gerak menyabuni gundukan bukit kecil yang lebat ditumbuhi rambut di selangkangan mbak Yeni. Tubuhnya semakin liar bergerak menggeser batang kemaluanku yang terjepit di sela-sela bongkahan buah pantatnya. Tubuh kami yang licin sangat membantu pergerakan dan gesekan-gesekan tubuh kami. Hal ini membuat sensasi yang luar biasa bagi kami berdua. Batang kemaluanku yang terjepit diantara belahan buah pantat mbak Yeni dan tubuhku sendiri semakin berdenyut denyut. Aku sudah tidak tahan lagi.
“Oochh.. mbaakkk aku su.. sudah tak ku.. aatthh mbaaak!” bisikku di telinganya.
Mbak Yeni pun menghentikan gerakannya dan memintaku untuk segera membersihkan tubuh kami dari sabun.

Beberapa siraman air dingin ternyata cukup untuk menolongku untuk tidak sampai mengeluarkan air maniku yang sudah mendesak-desak ingin disalurkan. Aku merasa agak cool walau pun batang kemaluanku masih tegak berdiri. Dan setelah selesai mengeringkan tubuh kami dengan handuk, mbak Yeni segera menuntunku untuk menuju ke tempat tidur. Dengan masih bertelanjang bulat kami bergandengan tangan dan melemparkan tubuh kami ke tempat tidur double-bed yang empuk.

Kami berbaring saling bersebelahan. Mbak Yeni yang sudah berpengalaman rupanya tahu bahwa aku masih sangat hijau dalam hal seperti ini. Dengan serta merta tanganku dibimbingnya ke arah dadanya, sementara tangannya sendiri juga mulai mengelus dadaku. Kembali kami saling raba dan saling pencet. Tanganku segera meremas bukit payudaranya dengan gemas bergantian kanan dan kiri.

“Oohhh, terushhh diiik,” Mbak Yeni terus mendesah.
“Aahhh!”, aku pun ikutan mendesah tatkala tangan mbak Yeni kembali mengurut-urut batang kemaluanku dengan lembut.
Tubuhku menggigil menahan kenikmatan yang luar biasa ketika tangan mbak Yeni mengocok-ngocok batang kemaluanku.
“Mbaak, oohhhh!”
“Sek.. sekarang kamu naik.. diiik.. oochhh” mbak Yeni pun rupanya sudah tak tahan lagi. Kemudian dipentangkannya kedua pahanya lebar-lebar dan disuruhnya aku untuk naik keatas perutnya.

Aku pun dengan arahan mbak Yeni segera menempatkan diri di tengah-tengah pentangan pahanya dan mulai menindih tubuhnya. Tangan mbak Yeni segera memandu batang kemaluanku dan diarahkannya ke tengah-tengah gundukan daging di bawah perutnya yang lebat ditumbuhi rambut.
“Akhhhh!, aku mengerang saat ujung kepala kemaluanku mulai digesek-gesekkan oleh mbak Yeni ke celah-celah yang begitu hangat dan sudah basah.
“Dorong.. pelan-pelannh diik. Ouchhh!!”
“Hkk. Ouchhh,” napasku seolah terhenti seketika ketika ujung kepala kemaluanku mulai menerobos celah yang sempit, hangat dan licin di sela-sela paha mbak Yeni. Mbak Yeni pun kudengar napasnya tertahan “Achhh, oochh, terushh.. doronghhhh!”

Aku terus mengikuti aba-aba mbak Yeni. Kutarik pantatku ke atas begitu kurasakan kira-kira hampir separuh batang kemaluanku terbenam dalam celah kemaluan mbak Yeni, dan kemudian kudorong lagi ke bawah. Setelah beberapa kali kulakukan hal itu aku disuruh untuk menekan dan membenamkan seluruh batang kemaluanku ke dalam liang kemaluannya
“Sekkaranghhh, ma.. masukkanhh.. Ouchhh!”,
Mbak Yeni menjerit tertahan saat kutekan pantatku kuat kuat hingga seluruh batang kemaluanku terbenam kedalam liang kemaluannya yang masih cukup sempit dan sangat hangat. Mbak Yeni pun segera menggerakkan pinggulnya memutar.

Baru beberapa putaran dilakukan mbak Yeni. Tiba-tiba aku merasakan seolah-olah batang kemaluanku seperti diremas-remas oleh jepitan daging yang licin dan hangat sehingga mataku sampai terpejam erat-erat menahan nikmat yang amat sangat. Aku merasakan seolah olah ada desakan yang maha dahsyat yang mendesak dari bawah pusarku. Desakan itu terlalu kuat untuk dapat kutahan
“Ouuchh.. mbakkk, akk sudahhh oochhhhhh”,
Dengan erangan yang panjang aku merasakan seolah-olah tubuhku tersentak oleh aliran listrik ribuan volt, jiwaku seolah melayang dan kepalaku terdongak ke atas. Mbak Yeni yang sudah tahu kondisiku semakin gila memutar pantatnya diangkatnya pantatnya tinggi-tinggi untuk menyongsong sodokanku.
“Terr.. russh. Terushhh.. ohhh.. terussshhhh”, desisnya tak henti-henti.
Sementara aku sudah tidak mampu lagi menahan ledakan yang sedari tadi kucoba untuk menahannya. Dan crrrt, cratttt! Jebolah pertahananku. Air mani keperjakaanku menyembur di dalam liang kemaluan mbak Yeni yang hangat dan memenuhi semua celah yang ada di dalamnya. Badanku masih terkejat-kejat untuk beberapa saat lamanya seolah-olah menuntaskan sisa-sisa kenikmatan yang ada.
“Terr.. ushhh.. diiikkk, terusshhhh!”, desisnya berulang-ulang. Namun aku sudah tak mampu bergerak lagi.

Dengan gemas mbak Yeni yang rupanya sedang dalam pendakian segera membalik tubuhku dan kini posisinya menindihku. Walau pun sudah terkuras air maniku, namun batang kemaluanku belum begitu mengendur. Sekarang giliran mbak Yeni yang bergerak di atas perutku. Tubuhnya bergerak liar seperti seorang joki yang sedang menaiki kuda balap. Payudaranya bergoyang-goyang indah.
“Ayo, putar pinggulmu diikkkh.. ouchhh.”
Aku pun mengikuti komandonya. Kugerakkan pinggulku memutar seperti yang diinginkan mbak Yeni.
“Ya, ya.. beg..ituuu. Ouchhhh! Terushhhh!” akhirnya kurasakan jepitan liang kemaluan mbak Yeni semakin erat menjepit batang kemaluanku. Tubuh mbak Yeni tersentak dan matanya membeliak.
“Ouchhhh, terrushhhh,” dan akhirnya tubuhnya ambruk di atas perutku.
“Shh.. kamu.. sudah cukup hebbathhh dikk!”, napasnya mulai teratur.
“Tapi saya kalah mbak, saya sudah keluar duluan!”
“Enggak apa apa. Mbak juga bisa orgasme kok! Memang kamu baru kali ini merasakan bersetubuh ya dik?”
“Iya mbak. Terima kasih ya mbak telah memberikan pengalaman yang berharga bagi saya.”
“Saya justru yang terima kasih, kamu telah memberikan kehangatan pada mbak yang sudah cukup lama tidak merasakan seperti ini sejak bercerai dulu.”

Begitulah kami pun lalu beristirahat sambil tetap berpelukan dengan tubuh mbak Yeni masih tetap menindihku dan batang kemaluanku masih tetap menancap di dalam kehangatan liang kemaluan mbak Yeni.

17tahun &Gadis Seksi &video bokep 22 Jun 2008 02:45 am

Download bokep 3gp : Yang suka abg smu masuk sini..

Kenapa ya rata-rata video bokep abg smu yang masuk ke redaksi kami semuanya memiliki wajah yang tidak mengecewakan? alias saya bisa bilang semuanya cantik-cantik. Jawabanya hanya satu! klo ga cantik, si cowok hidung belang ini kagak bakalan macarin tuh cewek dan ga mungkin mau pamerin lewat hp ke teman-temanya pada saat dia lagi ml.. hehhehe masuk akal kan?

Download video bokep 3gp abg smu lagi ml disini.


Continue Reading »

17tahun &Cerita Dewasa 18 Jun 2008 05:43 am

Cerita 17tahun : Juraganku kekasihku

Cerita 17tahun : Juraganku kekasihku. Aku bekerja sebagai seorang sopir di Malang. Namaku Sony, umurku 24 tahun, dan berasal dari JemBut. Aku sudah bekerja selama 2 tahun pada juraganku ini, dan aku sedang menabung untuk melanjutkan kuliahku yang terpaksa berhenti karena kurang biaya. Wajahku sih kata orang ganteng, ditambah dengan tubuh lumayan atletis. Banyak teman SMA-ku yang dulu bilang, seandainya aku anak orang kaya, pasti sudah jadi playboy kelas super berat. Memang ada beberapa teman cewekku yang dulu naksir padaku, tetapi tidak aku tanggapi.

Mereka bukan tipeku.
Juraganku punya seorang anak tunggal, gadis berumur 18 tahun, kelas 3 SMA favorit di Malang. Namanya Juliet. Tiap hari aku mengantarnya ke sekolah. Aku kadang hampir tidak tahan melihat tubuh Juliet yang seksi sekali. Tingginya kira-kira 168 cm, dan payudaranya besar dan kelihatannya kencang sekali. Ukurannya kira-kira 36C. Ditambah dengan penampilannya dengan rok mini dan baju seragamnya yang tipis, membuatku ingin sekali menyetubuhinya.

Setiap kali mengantarnya ke sekolah, ia duduk di bangku depan di sampingku, dan kadang-kadang aku melirik melihat pahanya yang putih mulus dengan bulu-bulu halus atau pada belahan payudaranya yang terlihat dari balik seragam tipisnya itu. Tapi aku selalu ingat, bahwa dia adalah anak juraganku. Bila aku macam-macam bisa dipecatnya aku nanti, dan angan-anganku untuk melanjutkan kuliah bisa berantakan. Siang itu seperti biasa aku jemput dia di sekolahnya. Mobil BMW biru metalik aku parkir di dekat kantin, dan seperti biasa aku menunggu Non-ku di gerbang sekolahnya.

Tak lama dia muncul bersama teman-temannya.
“Siang, Non…, mari saya bawakan tasnya”.
“Eh…, Mas, udah lama nunggu?”, katanya sambil mengulurkan tasnya padaku.
“Barusan kok Non..”, jawabku.
“Jul…, ini toh supirmu yang kamu bicarain itu. Lumayan ganteng juga sih…, ha…, ha..”, salah satu temannya berkomentar. Aku jadi rikuh dibuatnya.
“Hus..”, sahut Non-ku sambil tersenyum. “Jadi malu dia nanti..”.
Segera aku bukakan pintu mobil bagi Non-ku, dan temannya ternyata juga ikut dan duduk di kursi belakang.

“Kenalin nih mas, temanku”, Non-ku berkata sambil tersenyum. Aku segera mengulurkan tangan dan berkenalan.
“Sony”, kataku sambil merasakan tangan temannya yang lembut.
“Niken”, balasnya sambil menatap dadaku yang bidang dan berbulu.
“Mas, antar kita dulu ke rumah Niken di Tidar”, instruksi Non Juliet sambil menyilangkan kakinya sehingga rok mininya tersingkap ke atas memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
“Baik Non”, jawabku. Tak terasa penisku sudah mengeras menyaksikan pemandangan itu. Ingin rasanya aku menjilati paha itu, dan kemudian mengulum payudaranya yang padat berisi, kemudian menyetubuhinya sampai dia meronta-ronta…, ahh.

Tak lama kitapun sampai di rumah Niken yang sepi. Rupanya orang tuanya sedangke luar kota, dan merekapun segera masuk ke dalam. Tak lama Non Juliet ke luar dan menyuruhku ikut masuk.
“Saya di luar saja Non”.
“Masuk saja mas…, sambil minum dulu…, baru kita pulang”.
Akupun mengikuti perintah Non-ku dan masuk ke dalam rumah. Ternyata mereka berdua sedang menonton VCD di ruang keluarga.
“Duduk di sini aja mas”, kata Niken menunjuk tempat duduk di sofa di sebelahnya.
“Ayo jangan ragu-ragu…”, perintah Non Juliet melihat aku agak ragu.
“Mulai disetel aja Nik…”, Non Juliet kemudian mengambil tempat duduk di sebelahku.
Tak lama kemudian…, film pun dimulai…, Woww…, ternyata film porno. Di layar tampak seorang pria negro (Senegal) sedang menyetubuhi dua perempuan bule (Prancis & Spanyol) secara bergantian. Napas Non Juliet di sampingku terdengar memberat, kemudian tangannya meremas tanganku. Akupun sudah tidak tahan lagi dengan segala macam cobaan ini. Aku meremas tangannya dan kemudian membelai pahanya. Tak berapa lama kemudian kamipun berciuman. Aku tarik rambutnya, dan kemudian dengan gemas aku cium bibirnya yang mungil itu.

“Hmm… Eh”, Suara itu yang terdengar dari mulutnya, dan tangankupun tak mau diam beralih meremas-remas payudaranya.
Kubuka kancing seragamnya satu persatu sehingga tampak bongkahan daging kenyal yang putih mulus punya Non-ku itu. Aku singkap BH-nya ke bawah sehingga tampaklah putingnya yang merah muda dan kelihatan sudah menegang.
“Ayo…, hisap dong mas…, ahh”. Tak perlu dikomando lagi, langsung aku jilat putingnya, sambil tanganku meremas-remas payudaranya yang sebelah kiri. Aku tidak memperhatikan apa yang dilakukan temannya di sebelah, karena aku sedang berkonsentrasi untuk memuaskan nafsu birahi Non Juliet. Setelah puas menikmati payudaranya, akupun berpindah posisi sehingga aku jongkok tepat di depan selangkangannya. Langsung aku singkap rok seragam SMA-nya, dan aku jilat CD-nya yang berwarna pink. Tampak bulu vaginanya yang masih jarang menerawang di balik CD-nya itu.

“Ayo, jilatin memekku mas”, Non Juliet mendesah sambil mendorong kepalaku. Langsung aku sibak CD-nya yang berenda itu, dan kujilati kemaluannya.
“Ohh…, nikmat sekali…”, erangan demi erangan terdengardari mulut Non-ku yang sedang aku kerjai. Benar-benar beruntung aku bisa menjilati kemaluan seorang gadis kecil anak konglomerat. Tanganku tak henti mengelus, meremas payudaranya yang besar dan kenyal itu.
“Aduh, cepetan dong, yang keras…, aku mau keluar.., ehhmm ohh..”. Tangan Non Juliet meremas rambutku sambil badannya menegang. Bersamaan dengan itu keluarlah cairan dari lubang vaginanya yang langsung aku jilat habis. Akupun berdiri dan membuka ritsluiting celanaku. Tapi sebelum sempat aku buka celanaku, Non Juliet telah ambil alih.

“Biar saya yang buka mas”, katanya.
Tangannya yang mungil melepas kancing celana jeansku, dan membantuku membukanya. Kemudian tangannya meremas-remas penisku dari luar CD-ku. Dijilatinya CD-ku sambil tangannya meremas-remas pantatku. Akupun sudah tak tahan lagi, langsung aku buka CD-ku sehingga penisku yang sudah tegak, bergelantung ke luar.
“Ih, wowww…!!!”, desis Non Juliet, sambil tangannya mengelus-elus penisku. Tak lama kemudian dijilatinya buah pelirku terus menyusuri batang kemaluanku. Dijilatinya pula kepala penisku sebelum dimasukkannya ke dalam mulutnya. Aku remas rambutnya yang berbando itu, dan aku gerakkan pantatku maju mundur, sehingga aku seperti menyetubuhi mulut anak juraganku ini. Rasanya luar biasa…, bayangkan…, penisku berwarna hitam sedang dikulum oleh mulut seorang gadis manis. Pipinya yang putih tampak menggelembung terkena batang kemaluanku.
“Punyamu besar sekali mas Son…, Jul suka.., ehmm..”, katanya sambil kemudian kembali mengulum kemaluanku.

Setelah kurang lebih 15 menit Non Juliet menikmati penisku, dia suruh aku duduk di sofa. Kemudian dia menghampiriku sambil membuka seluruh pakaiannya sehingga dia tampak telanjang bulat. Dinaikinya pahaku, dan diarahkannya penisku ke liang vaginanya.
“Ayo.., masukkin dong mas… Jul udah nggak tahan nih…”, katanya memberi instruksi, aku tahu dia ingin merasakan nikmatnya penisku. Diturunkannya pantatnya, dan peniskupun masuk perlahan ke dalam liang vaginanya.
Kemaluannya masih sempit sekali sehingga masih agak sulit bagi penisku untuk menembusnya. Tapi tak lama masuk juga separuh dari penisku ke dalam lubang kemaluan anak juraganku ini.
“Ahh…, yeah…, sekarang masukin deh penis mas yang besar itu di memekku”, katanya sambil naik turun di atas pahaku. Tangannya meremas dadanya sendiri, dan kemudian disodorkannya putingnya untukku.

“Yah, begitu dong mas”, Tak perlu aku tunggu lebih lama lagi langsung aku lahap payudaranya yang montok itu. Sementara itu Non Juliet masih terus naik turun sambil kadang-kadang memutar-mutar pantatnya, menikmati penis besar sopirnya ini.
“Sekarang setubuhi Jul dalam posisi nungging… ya mas Son…?”, instruksinya. Diapun turun dan menungging menghadap ke sofa.
“Ayo dong mas…, masukkin dari belakang”, Non Juliet menjelaskan maksudnya padaku. Akupun segera berdiri di belakangnya, dan mengelus-elus pantatnya yang padat.

Kemudian kuarahkan penisku ke lubang vaginanya, tetapi agak sulit masuknya. Tiba-tiba tak kusangka ada tangan lembut yang mengelus penisku dan membantu memasukkannya ke liang vagina Non Juliet. Aku lihat ke samping, ternyata Niken, yang membantuku menyetubuhi temannya. Dia tersenyum sambil mengelus-elus pantat dan pahaku.
Aku langsung menyetubuhi Non Juliet dari belakang. Kugerakkan pantatku maju mundur, sambil memegang pinggul Nonku.
“Ahh…, Mas…, Mas…, Terus dong…, nikmat sekali”, Non Juliet mengerang nikmat. Tubuhnya tampak berayun-ayun, dan segera kuremas dari belakang. Kupilin-pilin puting susunya, dan erangan Non Juliet makin hebat.

Niken sekarang telah berdiri di sampingku dan tangannya sibuk menelusuri tubuhku. Ditariknya rambutku dan diciumnya bibirku dengan penuh nafsu. Lidahnya menerobos masuk ke dalam mulutku. Sambil berciuman dibukanya kancing baju seragamnya sehingga tampak buah dadanya yang tidak terlalu besar, tetapi tampak padat.
“Ohh.., terus dong mas… yang cepat dong ahhh… Jul keluar mas… ohhh…”, Non Juliet mengerang makin hebat. Tak berapa lama terasa cairan hangat membasahi penisku.
“Non…, saya juga hampir keluar..”, kataku.
“Tahan sebentar mas…, keluarin dimulutku…”, kata Non Juliet.

Non Juliet dan Niken berlutut di depanku, dan Niken yang sejak tadi tampak tak tahan melihat kami bersetubuh di depannya, langsung mengulum penisku di mulutnya. Sementara itu Non Juliet menjilat-jilat buah pelirku. Mereka berdua bergantian mengulum dan menjilat penisku dengan penuh nafsu. Akupun sibuk membelai rambut kedua remaja ini, yang sedang memuaskan nafsu birahi mereka.
“Ayo, goyang yang keras dong mas…”, Non Juliet memberiku instruksi sambil menelentangkan tubuhnya di atas karpet ruang keluarga.
“Ayo penisnya taruh di sini mas…”, kata Non Juliet lagi. Akupun segera menaruh berlutut di atas dada Non-ku dan menjepit penisku di antara dua bukit kembarnya. Segera aku maju mundurkan pantatku, sambil tanganku mengapitkan buah dadanya.

“Oh, nikmat sekali…”.
Sementara Niken sibuk mengelap tubuhku yang basah karena keringat. Tak berapa lama kemudian, akupun tak tahan lagi. Kuarahkan penisku ke dalam mulut Non Juliet, dan dikulumnya sambil meremas-remas buah pelirku.
“Ahh…, Non…, ahh”, jeritku dan air manikupun menyembur ke dalam mulut mungil Non Juliet. Akupun tidur menggelepar kecapaian di atas karpet, sementara Non Juliet dan Niken sibuk menjilati bersih batang kemaluanku.
Setelah itu kamipun sibuk berpakaian, karena jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Orang tua Juliet termasuk orang tua yang strict pada anaknya, sehingga bila dia pulang telat pasti kena marah. Di mobil dalam perjalanan pulang, Juliet memberiku uang Rp 1.000.000,-.

“Ambil mas, buat uang lelah, Tapi janji jangan bilang siapa-siapa tentang yang tadi ya”, katanya sambil tersenyum. Akupun mengangguk senang.
“Besok kita ulangi lagi ya mas…, soalnya Niken minta bagian”.
Demikian kejadian ini terus berlanjut. Hampir setiap pulang sekolah, Non Juliet akan pura-pura belajar bersama temannya. Tetapi yang terjadi adalah dia menyuruhku untuk memuaskan nafsu birahinya dan juga teman-temannya, Niken, Linda, Nina, Mimi, Etik, dll.
Tapi akupun senang karena selain mendapat penghasilan tambahan dari Non Juliet, akupun dapat menikmati tubuh remaja mereka yang putih mulus.

Postingan sebelumnya :

17tahun &video bokep 18 Jun 2008 05:30 am

Bokep 3gp : Mainnya koq kayak ayam? :P

Bokep 3gp : Mainnya koq kayak ayam? :P . Bener-bener deh anak jaman sekarang.. anak smu kayak yang di video bokep ini udah bisa bercinta.. walaupun masih sembunyi-sembunyi dan kalau anda lihat, mereka sendiri masih memakai pakaian seragam.. trus si cowok hanya membuka resleting celananya sedangkan si cewek hanya menyingkapkan roknya dan cdnya saja tidak dibuka.. alias di slempitkan aja.. jangan-jangan mereka lagi ml di wc sekolah kali ya?

Download 3gp bokep video disini.

Postingan sebelumnya :

17tahun &video bokep 14 Jun 2008 05:34 pm

Bokep 3gp : Anuku kunikmati sendiri

Bokep 3gp : Anuku kunikmati sendiri. Halo cantikk.. lagi ngapain tuh? punya mainan bagus koq dimainin sendiri sih? ikutan dong mainin punyamu? ya itung-itung bantu km juga, dan bantu aku juga.. emmm..m.. haloo bisa dengerin aku ga mba? lahh koq malahan asik ngubek2 memek sendiri??

Download bokep 3gp disini.

Postingan sebelumnya :

17tahun &Cerita Dewasa 14 Jun 2008 05:08 pm

Bokep 3gp : Tante aku ikutan mandi dong

Bokep 3gp : Tante aku ikutan mandi dong. Tante yang satu ini genit banget dehh.. mau mandi aja koq harus di shooting pake kamera sih? emangnya mau pasion show ya tan? hehehe.. tapi body tante ok juga neh? lumayanlah buat ngempot2 punyaku.. palagi nenen mu tan.. ihh ga tahan aikee..

Download 3gp bokep video tante disini.

Postingan sebelumnya :

Next Page »


Feedage Grade A rated

eXTReMe Tracker

17Tahun 1, Cerita Dewasa 17Tahun Indonesia, Foto Cewek Bugil telanjang dan Bokep 3gp. Dapatkan koleksi cewek bugil telanjang 3gp porno mulai dari abg smu bugil, sampai dengan tante girang. Semua koleksi cewek bugil telanjang kami adalah gratis untuk para pengunjung yang sudah berumur di atas 17tahun.